Rabu, 25 Mei 2011

Demam Gigitan Tikus


DESKRIPSI

Demam gigitan tikus adalah penyakit langka yang disebarkan oleh hewan pengerat yang terinfeksi. Demam gigitan tikus dapat disebabkan oleh bakteri, Actinobacillus muris, Streptobacillus moniliformis) dan Spirillum minus. Sebagian besar kasus demam gigitan tikus terjadi di Jepang, yang disebut sodoku. Penyakit ini juga terjadi di Africa, Australia, Eropa, Amerika Utara dan Selatan. 

Banyak orang mendapat demam gigitan tikus melalui kontak dengan air kencing atau cairan dari mulut, mata, atau hidung hewan yang terkena. Hal ini paling sering terjadi walaupun sesuap, namun beberapa kasus dapat terjadi hanya melalui kontak dengan cairan ini. salah satu penyebab demam ini juga adalah gigitan tikus itu sendiri.

Sumber infeksi biasanya tikus. Binatang lain yang dapat menyebabkan infeksi termasuk tupai, musang, dan tikus.

GEJALA

Bakteri ini dapat menimbulkan infeksi pada luka gigitan tikus tersebut. Luka infeksi ini dapat sembuh sempurna, tetapi akan terjadi peradangan terlebih dahulu dalam 4-28 hari setelah gigitan. Peradangan biasanya disertai demam yang timbul-hilang, secara tiba-tiba akan menggigil, muntah-muntah, sakit punggung, sakit sendi, dan pembesaran kelenjar getah bening di sekitar luka. Kadang-kadang timbul bercak kemerah-merahan. Gejala-gejala lain
berupa sakit kepala dan lelah selama demam. Hal ini apabila tidak di obati maka demam yang ditimbulkan akan terjadi kembali setiap 2-4 hari selama 8 minggu dan kadang-kadang sampai 1 tahun. 

PENGOBATAN

Cara penyembuhan penyakit yang disebabkan bakteri ini yaitu dengan cara memberikan penisilin secara per-oral (melalui mulut) maupun intravena (melalui pembuluh darah). Penisilin dapat juga diganti dengan tetrasiklin.